Categories
Tren di Indonesia

Tragedi Tenggelamnya Kapal KRI Nanggala 402 – April 2021

Kabar Duka lagi dan lagi tiada hentinya menimpa Indonesia. Dimulai pada bulan Januari pesawat Sriwijaya kami ikhlaskan untuk terbang dengan tenang, Februari kami harus ikhlaskan kembali derasnya air menyapu daratan di beberapa daerah yang ada di Indonesia, Maret kami Ikhlaskan kembali untuk meledaknya amarah pada bumi, dan untuk April 2021 kami juga harus mengikhlaskan Kapal KRI Nanggala 402 untuk berpatroli selama-lamanya di Samudera Indonesia menjaga lautan dengan sangat baik. 

Masyarakat Indonesia mendapatkan kabar bahwa TNI sudah menyatakan kalau Kapal Selam KRI Nanggala 402 tenggelam atau Subsunk di Laut Bali. kapal sudah terdeteksi berada pada kedalaman 850 meter di bawah permukaan laut. Peningkatan status dari tenggelam menjadi Subsunk ini sudah diambil langsung setelah tim evakuasi menemukan adanya beberapa bukti otentik atas serpihan dari KRI Nanggala 402 tersebut. Salah satunya adalah yang berbentuk seperti tabung torpedo, tabung air minum sampai alat untuk sholat. Pernyataan ini sudah menjadi sebuah jawaban atas pencarian selama beberapa terakhir ini. 

Berikut ini akan kami berikan beberapa fakta atas tenggelamnya Kapal Selam KRI Nanggala 402 di Laut Bali. 

Kronologi atau Awal Mula Hilangnya Kontak Kapal KRI Nanggala 402 

Perihal awal yang ingin kami sampaikan ke kalian semua yakni mengenai hilangnya kontak lebih dulu dari Kapal Selam KRI Nanggala 402 ini. Dikatakan oleh Kepala Staf TNI Angkatan Laut atau KSAL Laksamana Yudo Margono yang kami kutip dari cnbcindonesia.com, beliau sudah menjelaskan kronologi kapal selam hilang kontak saat berada di perairan bali, Rabu – 4 – 21 disaat hendak melakukan latihan tembak rudal CB02 dan juga Torpedo. Berikut ini kronologi yang sudah kami kutip di dalam situs tersebut : 

-> Pukul 03.00 WIB : KRI Nanggala 402 sudah meminta izin untuk menyelam Periscope Depth pada kedalaman di angka 13 m dan bersiap dalam melakukan penembakan Torpedo tersebut. Sesuai dengan prosedur yang sudah ditetapkan, kapal selam selalu didampingi oleh Sea Rider yang memang akan terus mengikuti Torpedo di saat sedang meluncur. 

-> Pukul 03.00 – 03.30 WIB : Geladak dari kapal selam KRI Nanggala 402 ini masih bisa dilihat oleh Sea Rider dengan jarak mencapai 50 meter. 

-> 03.30 WIB : KRI lainnya sudah menempati posisi untuk persiapan dari torpedo yang meluncur. 

-> 03.46 WIB : Sea Rider langsung memonitor periskop dan lampu pengenal dari kapal selam KRI Nanggala 402 ini perlahan-lahan mulai menyelam dan sudah tidak terlihat lagi. 

-> 03.46 – 04.46 WIB : Kapal Selam KRI Nanggala 402 berkali-kali dipanggil namun tak kunjung memberikan respons. Seharusnya dalam keadaan ini Periskop terlihat, tapi kapal selam KRI Nanggala 402 langsung tenggelam dan tidak nampak lagi. Komunikasi dengan Kapal Selam KRI Nanggala 402 sudah mulai tidak terjalin. Laksamana Yudo Margono juga lanjut mengatakan “ Yang seharusnya mereka lakukan disaat penembakan meminta otorisasi. Namun begitu akan diberikan otorisasi, dipanggil-panggil sudah tidak ada respons “ .

-> 04.17 WIB : Helikopter mulai dikerahkan untuk bisa mendeteksi visual, namun tetap hasilnya nihil. 

-> 05.15 WIB : Kapal Selam KRI Nanggala 402 sudah dijadwalkan untuk muncul kembali di permukaan air namun ini tidak kunjung timbul. TNI AL lalu langsung mengambil tindakan dengan memberikan prosedur yang suudah dijalankan kala kapal selam mengalami hilang kontak dan mengalami permasalahan. 

-> 06.46 WIB : TNI AL sudah memberlakukan Isyaratsubmissed. Seluruh unsur sudah dikerahkan untuk bisa mencari Kapal Selam KRI Nanggala 402 dan latihan sudah ditunda. 

Inilah detail kronologi awal yang bisa kami dapatkan dan bisa kami sampaikan untuk kalian semua sebagai pembaca. Lanjut lagi selengkapnya. 

Diduga Mengalami Kelebihan Muatan, Karena Membawa 53 Awak 

Kapal Selam KRI Nanggala 402 milik TNI AL yang hilang di Laut Utara Bali ini, membawa kurang lebihnya 53 awak. Kondisi dari 53 awak atau para prajurit TNI AL yang ada di Kapal Selam KRI Nanggala 402 ini tidak bisa dipastikan walau Kapal Selam itu dinyatakan telah tenggelam. 

Laksamana TNI Yudo Margono selaku Kepala Staf Angkatan Laut juga mengatakan bahwa “ Kita tidak bisa melihat sampai bagaimana posisi korban dengan adanya ini, karena memang belum ketemu untuk salah satu korban dari para awak tersebut “. Jawaban ini perihal pertanyaan atas peluang hidup prajuritnya yang berada langsung di dalam Kapal Selam KRI Nanggala 402 ini. 

Melihat dari kondisi ini, anggota dari Komisi 1 DPRD Mayjen TNI TB Hasanuddin menyoroti jumlah dari Kru Kapal Selam KRI Nanggala 402 yang sudah melebihi kapasitas dari penumpang kapal selam tersebut. Menurutnya jumlah atas kru maksimal Kapal Selam itu semestinya hanya terdiri dari 38 orang saja. 

“Pada saat hilangnya kontak Kapal Selam KRI Nanggala 402 itu membawa 53 awak, artinya kelebihan beban itu sekiranya 15 orang. Memang ada apa ? kok dipaksakan ? disini saya juga mendapatkan informasi bahwasannya saat sedang menyelam KRI Nanggala 402 diduga tidak membawa Oxygen Gel, tapi masih tetap diperintah untuk berlayar “ Ujar Beliau ( Hasanuddin ). 

Sudah Lamanya Usia dari Kapal Selam KRI Nanggala 402 

Menurut Kepala Staf TNI Angkatan Laut yang bernama Laksamana TNI Yudo Margono mengungkapkan bahwa Kapal Selam KRI Nanggala 402 masih dalam keadaan siap. Baik itu dilihat dari segi personilnya sampai dengan segi materialnya juga sudah mendapatkan surat kelayakan. Kapal Selam ini juga sudah memiliki riwayat dari latihan menembak beberapa kali dan dalam kondisi yang siap tempur. 

“ Jadi disini KRI Nanggala 402 sudah saya tambahkan langsung dibuat tahun 1977 atau sudah berusia 44 tahun dan diterima oleh angkatan Laut Delivery tahun 1981 pada buatan Jerman. Kemudian kapal selam ini juga memiliki riwayat menembak torpedo kepala latihan ini 15 kali dan bisa menembak torpedo kepala perang itu sebanyak 2 kali dan sasarannya kapal eks KRI dan 2 duanya tenggelam “ ucap Kata Laksamana Yudo dalam melakukan jumpa Pers di Lanud Gusti Ngurah Rai Bali – Kamis tanggal 22 / 4 / 21. 

Ungkapnya lagi “ KRI Nanggala 402 dalam kondisi siap tempur sehingga kita kirim untuk bisa dilakukan atas penembakan Torpedo  kepala latihan maupun kepala perang “. disini Laksamana Yudo Margono. KRI Nanggala juga sudah rutin untuk dilakukannya perawatan, menurutnya KRI Nanggala 402 masih sangat layak untuk dipakai. Kalau usia dari operasi sudah kita sesuaikan, kalau memang kondisinya sendiri masih bagus dan bisa kita rawat hingga tentunya akan dirawat dengan baik. Tentunya pada angkatan laut untuk perawatan kapal ini ada fase-fasenya tersebut. Jadinya ada tahap-tahapan serta kapal ini juga sudah di docking terakhir pada bulan Januari tahun 2020, dimana Docking terakhir di PT PAL sehingga masih sangat layar. Sambungnya lagi Laksamana Yudo Margono. 

Masuk pada Tahapan Sublook – Submiss – Subsunk 

Disini TNI sudah memutuskan untuk menaikkan status hilangnya KRI Nanggala 402 dari Submiss atau hilangnya kontak dengan menuju ke fase-subsunk atau tenggelam. Peningkatan dari kasus menjadi subsunk ini dilakukannya setelah mereka menemukan beberapa bukti otentik atas serpihan barang KRI Nanggala 402, dimana salah satunya berbentuk tabung torpedo. 

Barang sudah ditemukan di sekitar radius yakni 10 Kilometer atas titik pencarian sementara tidak adanya kapal lain melintas di daerah tersebut. Penemuan dari beberapa barang tersebut, juga mampu mengindikasikan kapal mengalami retakan yang ada. Menurut Laksamana TNI Yudo Margono pada sabtu 24/4/21 “ Dengan demikian, dari adanya bukti otentik diyakini milik Nanggala itu sendiri. Sehingga pada saat ini kami isyaratkan untuk menaikkan status dari Submiss menuju ke Fase Subsunk “. sebelum benar-benar memutuskan menaikkan status Subsunk, dimana TNI juga sudah melakukan beragam cara dengan melalui Submiss atau pencarian Kapal Selam yang ada. 

Pencarian dimulai dari Kapal Polri sampai Poseidon AS dan Negara Lainnya 

Laksamana TNI Yudo Margono sudah mengatakan bahwa TNI yang dibantu oleh sejumlah pihak seperti halnya : Polri – Basarnas dan juga beberapa pasukan dari negara lain yang akan terus saja mengupayakan evakuasi yang ada. Dari yang diketahui oleh media sosial yang ada juga, dimana pasukan asing ikut serta membantu evakuasi yang diantaranya : 

  • MV Swift Rescue Kapal dari Singapura 
  • MV Mega Bhakti Kapal dari Malaysia
  • HMAS Ballarat dan HMAS Sirius Kapal dari Australia 
  • SCI Sabarmati Kapal India

Selain daripada itu, TNI juga sudah mengerahkan 21 kapal perangnya guna melakukan pencarian yang ada. Disini TNI juga sudah mendapatkan bantuan Armada Kapal dari Polri. Sedikitnya ada 4 kapal yang langsung dikerahkan oleh Korps Bhayangkara. Antara lainnya adalah Kapal Polisi Gelatik 5016, Kapal Polisi Enggang 4016 dan Kapal Polisi Barata 8. Selain itu, Kepala KSOP Tanjung Wangi, Banyuwangi Letkol Marinir Benyamin Ginting telah mengatakan pihaknya sudah menyiapkan dermaga khusus kapal-kapal asing yang akan membantu proses pencarian Kapal Selam. Dimana kapal-kapal asing ini juga bisa menjadi prioritas dalam mendapatkan dermaga tempat bersandar. 

Ujarnya kembali ke wartawan Sabtu 24/4/21 “ Kalau memang terdapat kapal yang datang mendadak kemudian minta untuk sandar, terutama sekali kapal asing. Memang sudah kita siapkan dermaga yang ujung, yakni dermaga Internasional “. selain daripada itu, Pemerintah Amerika Serikat juga sudah secara resmi mengirimkan pesawat P-8 Poseidon, Pesawat Patroli Maritimnya ke Indonesia. Hal ini juga mendukung sekali atas kemampuan pencarian KRI Nanggala 402 milik TNI AL yang sampai pada saat ini masih saja belum ditemukan di Laut Bali. 

Dengan ini kami mengabarkan bahwa status sudah diketahui menjadi “ Subsunk – On Eternal Patrol atau Berpatroli untuk selama-lamanya “ ….